Selasa

Selamat Iedul Adha

KELUARGA BESAR MEDIA DINUL ISLAM KEPERAWATAN UNSOED MENGUCAPKAN


 SEMOGA KITA DAPAT MENELADANI NABIULLOH IBRAHIM DAN ISMAIL
Continue reading...

Senin

Islamic Fair : FREE

Ikutilah Islamic Competition dengan tema "Syukurku dengan Sehatku, Sabarku dengan Sakitku" dalam acara Islamic Fair Medis-Khalifa-UKI Kesmas. 
Pelaksanaan Insya Alloh 12-14 November 2010. 
Agenda: 
1. Tanggal 12-13 November 2010
  • Pemeriksaan Kesehatan (Pemeriksaan tulang, iridiologi, gula darah*, Tekanan Darah, dsb)
  • Lomba (essay+ mading (sesuai tema), cerpen, nasyid,).

2. Tanggal  14 November 2010
Tabligh Akbar dengan  pembicara Ust. M. Subki Al-Bughury, S.Sos.I jam 08.00-16.00 dan Bazaar. 

Kegiatan ini semuanya GRATIIIISSSS!!!!! Pelaksanaan di PKM (Pusat Kegiatan Mahasiswa) Unsoed depan fakultas Peternakan

Ayo....Jangan sampai ketinggalan...!!
Ajak teman-teman juga ya...!!!








* Dikenakan biaya pemeriksaan
Continue reading...

Kamis

Bongkar Pasang Hijab

oleh Cahyaning Tias pada 28 Oktober 2010 jam 18:35

Bagi seorang muslimah, mengenakan hijab (kerudung atau jilbab) merupakan suatu kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan. Hal ini telah disinyalir dalam sebuah ayat,
"Wahai nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang yang beriman, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Demikian itu agar mereka lebih dikenal dan karena itu mereka tidak diganggu, Allah MAha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Al Ahzab: 59)

Pakai Jilbab Terpaksa?
Banyak hal yang menyebabkan seseorang jadi 'gerah' mengenakan hijab. Mereka berani melepas hijab karena kurang mengetahui atau mengindahkan syariat hijab. Faktor lain yang mungkin menjadi penyebabnya adalah pengaruh lingkungan. Kadang ada orang yang sudah mengenakan hijab dengan rapi, tapi karena lingkungan tidak mendukungnya, ia menjadi lemah dan melepas kesucian hijabnya. Buru-buru ia melepas hijab saat berada di lingkungan baru karena khawatir tidak akan diterima oleh komunitas teman-temannya dan dianggap 'aneh'. Perbuatan seperti ini tampak seperti orang munafik yang setiap saat bisa mengubah keyakinan demi mendapat keuntungan. Naudzubillah, dalam posisi seperti ini, ia telah menggadaikan syariat Allah.

Istiqamah dalam Kesejukan
Rasulullah SAW pernah bersabda:
"Amalan yang paling dicintai Allah SWT adalah yang kontinyu (terus menerus dilakukan)."
Berhijab yang terbaik tentu adalah dibarengin dengan keistiqamahan untuk tetap mengenakannya dalam segala suasana. Tak perlu malu untuk berhijab karena itulah ciri seorang muslimah dan menjadi pembeda antara dirinya dengan orang kafir. Jika keimanan terhadap syariat hijab telah terpatri dalam relung hati, percayalah bahwa kesejukan berhijab akan terasa manis... :)


Sumber:
1. Majalah Elfata edisi 10 volume 10
2. Gambar : Kamera Hapeku
Continue reading...

Mengisi Komentar Blog

Ditulis oleh MEDIS KEPERAWATAN UNSOED

Bingung cara ngisi komentar di blog? Termasuk di blog ini???Tenang aja, setelah baca artikel ini Sobat MEDIS gak bakalan lagi kebingungan untuk menuangkan ide-ide bliannya dalam blog ini.
Hal pertama yang harus Sobat MEDIS temukan adalah bagian yang berisi kolom komentar. Biasanya ada di bagian bawah tulisan/artikel langkap yang Sobat MEDIS baca. Lihat gambar ini.






terus tinggal tulis deh komentar atau ide-ide Sobat MEDIS di bagian yang tersedia. Terus pasti Sobat MEDIS bingung mau diisi apa kolom di bawah kolom komentar kita. Kita tinggal klik pada bagian beri komentar sebagai dan tinggal pilih mau pakai identitas sebagai apa. Ini akun-akun yang ada lho. Kalo punya akun di blogger, bisa klik blogger, begitu juga dengan akun lainnya. Kalau lebih enaknya lagi bisa mengisi dengan akun yang dimiliki, seperti alamat Facebook  (FB) Sobat MEDIS. Pastinya Sobat MEDIS punya dong alamat FB. Nah caranya tinggal copy aja alamat FB Sobat MEDIS terus klik name/URL dan  masukkan nama yang akan ditampilkan pada komentar dan masukkan alamat URL yang sudah di-copy. Misalkan alamat FB MEDIS di http://www.facebook.com/profile.php?id=100000000564198. Sobat MEDIS tinggal masukkan alamat tersebut dalam URL yang dimaksud. Mudah kan???Jadi silaturahim Sobat MEDIS tetap terjaga. Kalo memang tidak punya, kami menyediakan akun bebas/anonim (Anonymous), jadi Sobat MEDIS tetap bisa berkontribusi mengisi setiap artikel yang ada. Klik Lanjutkan
Terakhir klik Poskan Komentar. 


Selesai deh. Komentar Sobat MEDIS telah terkirim. kalau pengaturan blog mengijinkan langsung dipublikasikan, maka komentar Sobat MEDIS akan langsung tampil di bawah artikel yang Sobat MEDIS baca. Kalo ada pengaturan moderasi. Maka tunggu admin menyetujui komentar Sobat MEDIS.
Continue reading...

Jumat

Pemimpin Berprinsip

Ditulis oleh MEDIS KEPERAWATAN UNSOED

Stephen R. Covey, penulis buku terkenal, 'Seven Habits of Highly Effective People', dalam bukunya yang lain 'Principle Centered Leadership', menggambarkan delapan ciri-ciri pemimpin yang berprinsip:


1. TERUS BELAJAR.
Pemimpin yang berprinsip menganggap hidupnya sebagai proses belajar yang tiada henti untuk mengembangkan lingkaran pengetahuan mereka. Di saat yang sama, mereka juga menyadari betapa lingkaran ketidaktahuan mereka juga membesar. Mereka terus belajar dari pengalaman. Mereka tidak segan mengikuti pelatihan, mendengarkan orang lain, bertanya, ingin tahu, meningkatkan ketrampilan dan minat baru.

2. BERORIENTASI PADA PELAYANAN.
Pemimpin yang berprinsip melihat kehidupan ini sebagai misi, bukan karir. Ukuran keberhasilan mereka adalah bagaimana mereka bisa menolong dan melayani orang lain. Inti kepemimpinan yang berprinsip adalah kesediaan untuk memikul beban orang lain. Pemimpin yang tak mau memikul beban orang lain akan menemui kegagalan. Tak cukup hanya memiliki kemampuan intelektual, pemimpin harus mau menerima tanggung jawab moral, pelayanan, dan sumbangsih.

3. MEMANCARKAN ENERGI POSITIF.
Secara fisik, pemimpin yang berprinsip memiliki air muka yang menyenangkan dan bahagia. Mereka optimis, positif, bergairah, antusias, penuh harap, dan mempercayai. Mereka memancarkan energi positif yang akan mempengaruhi orang-orang di sekitarnya. Dengan energi itu mereka selalu tampil sebagai juru damai, penengah, untuk menghadapi dan membalikkan energi destruktif menjadi positif.

4. MEMPERCAYAI ORANG LAIN.
Pemimpin yang berprinsip mempercayai orang lain. Mereka yakin orang lain mempunyai potensi yang tak tampak. Namun tidak bereaksi secara berlebihan terhadap kelemahan-kelemahan manusiawi. Mereka tidak merasa hebat saat menemukan kelemahan orang lain. Ini membuat mereka tidak menjadi naif.

5. HIDUP SEIMBANG.
Pemimpin yang berprinsip bukan ekstrimis. Meraka sadar dan penuh pertimbangan dalam tindakan. Ini membuat diri mereka seimbang, tidak berlebihan, mampu menguasai diri, dan bijak. Tidak menjadi budak rencana-rencana. Dengan demikian mereka jujur pada diri sendiri, mau mengakui kesalahan dan melihat keberhasilan sebagai hal yang sejalan berdampingan dengan kegagalan.

6. MELIHAT HIDUP SEBAGAI SEBUAH PETUALANGAN.
Pemimpin yang berprinsip menikmati hidup. Mereka melihat hidup ini selalu sebagai sesuatu yang baru. Mereka siap menghadapinya karena rasa aman mereka datang dari dalam diri, bukan luar. Mereka menjadi penuh kehendak, inisiatif, kreatif, berani, dinamis, dan cerdik. Karena berpegang pada prinsip, mereka tidak mudah dipengaruhi namun fleksibel dalam menghadapi hampir semua hal. Mereka benar-benar menjalani kehidupan yang berkelimpahan.

7. SINERGISTIK.
Pemimpin yang berprinsip itu sinergistik. Mereka adalah katalis perubahan. Setiap situasi yang dimasukinya selalu diupayakan menjadi lebih baik. Karena itu, mereka selalu produktif dalam cara-cara baru dan kreatif. Dalam bekerja mereka menawarkan pemecahan sinergistik, pemecahan yang memperbaiki dan memperkaya hasil, bukan sekedar kompromi dimana masing-masing pihak hanya memberi dan menerima sedikit.

8. BERLATIH UNTUK MEMPERBAHARUI DIRI.
Pemimpin yang berprinsip secara teratur melatih empat dimensi kepribadian manusia: fisik, mental, emosi, dan spiritual. Mereka selalu memperbarui diri secara bertahap. Dan ini membuat diri dan karakter mereka kuat, sehat dengan keinginan untuk melayani yang sangat kuat pula.
Sekarang, yakinkah kita sudah dapat menjadi pemimpin bagi diri sendiri sebelum memimpin orang lain? Semoga resep di atas dapat pula selalu mengingatkan kita, untuk memperbaharui pola pikir yang positif..



(Compiled by Fuzna Mz).
Continue reading...

Rabu

Kisah Pohon Apel

Ditulis oleh MEDIS KEPERAWATAN UNSOED


Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itusangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.
Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.

"Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu.
"Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi," jawab anak lelaki itu.
"Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya."
Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang... tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu."

Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih.

Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih. Suatu hari anak lelaki itu datang lagi.

Pohon apel sangat senang melihatnya datang. "Ayo bermain-main denganku lagi," kata pohon apel.


"Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu.
"Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?"
"Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu," kata pohon apel.

Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi.

Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih. Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.


"Ayo bermain-main lagi deganku," kata pohon apel.
"Aku sedih," kata anak lelaki itu.
"Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?"
"Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah."

Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu. Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.

"Maaf anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu."
"Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu,"jawab anak lelaki itu.
"Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat," kata pohon apel.
"Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu," jawab anak lelaki itu.
"Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini," kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.
"Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang," kata anak lelaki.
"Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu."
"Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang."

Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita.
Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita.
Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan.
Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia.

Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.




Sumber
Continue reading...

About Me

Foto saya
MEDIS atau media dinul islam adalah sebuah media dakwah di kampus keperawatan UNSOED Purwokerto.

Followers

Like Fan Page MEDIS KEPERAWATAN UNSOED

MEDIS UNSOED Copyright © 2009 Not Magazine 4 Column is Designed by Ipietoon Sponsored by Dezigntuts