Ketua : Gustomo Ridlo
Continue reading...
Rabu
Selasa
Selamat Iedul Adha
Media Dinul Islam Unsoed
|
18.52
|
Ucapan
|
SEMOGA KITA DAPAT MENELADANI NABIULLOH IBRAHIM DAN ISMAIL
Senin
Islamic Fair : FREE
Media Dinul Islam Unsoed
|
06.43
|
Info Kegiatan
|
Ikutilah Islamic Competition dengan tema "Syukurku dengan Sehatku, Sabarku dengan Sakitku" dalam acara Islamic Fair Medis-Khalifa-UKI Kesmas.
Pelaksanaan Insya Alloh 12-14 November 2010.
Agenda:
1. Tanggal 12-13 November 2010
- Pemeriksaan Kesehatan (Pemeriksaan tulang, iridiologi, gula darah*, Tekanan Darah, dsb)
- Lomba (essay+ mading (sesuai tema), cerpen, nasyid,).
Tabligh Akbar dengan pembicara Ust. M. Subki Al-Bughury, S.Sos.I jam 08.00-16.00 dan Bazaar.
Kegiatan ini semuanya GRATIIIISSSS!!!!! Pelaksanaan di PKM (Pusat Kegiatan Mahasiswa) Unsoed depan fakultas Peternakan
Ayo....Jangan sampai ketinggalan...!!
Ajak teman-teman juga ya...!!!
Ayo....Jangan sampai ketinggalan...!!
Ajak teman-teman juga ya...!!!
* Dikenakan biaya pemeriksaan
Kamis
Bongkar Pasang Hijab
Media Dinul Islam Unsoed
|
20.45
|
Belajar Islam,
Dunia Muslimah
|
oleh Cahyaning Tias pada 28 Oktober 2010 jam 18:35
Bagi seorang muslimah, mengenakan hijab (kerudung atau jilbab) merupakan suatu kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan. Hal ini telah disinyalir dalam sebuah ayat,
"Wahai nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang yang beriman, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Demikian itu agar mereka lebih dikenal dan karena itu mereka tidak diganggu, Allah MAha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Al Ahzab: 59)
Pakai Jilbab Terpaksa?
Banyak hal yang menyebabkan seseorang jadi 'gerah' mengenakan hijab. Mereka berani melepas hijab karena kurang mengetahui atau mengindahkan syariat hijab. Faktor lain yang mungkin menjadi penyebabnya adalah pengaruh lingkungan. Kadang ada orang yang sudah mengenakan hijab dengan rapi, tapi karena lingkungan tidak mendukungnya, ia menjadi lemah dan melepas kesucian hijabnya. Buru-buru ia melepas hijab saat berada di lingkungan baru karena khawatir tidak akan diterima oleh komunitas teman-temannya dan dianggap 'aneh'. Perbuatan seperti ini tampak seperti orang munafik yang setiap saat bisa mengubah keyakinan demi mendapat keuntungan. Naudzubillah, dalam posisi seperti ini, ia telah menggadaikan syariat Allah.
Istiqamah dalam Kesejukan
Rasulullah SAW pernah bersabda:
"Amalan yang paling dicintai Allah SWT adalah yang kontinyu (terus menerus dilakukan)."
Berhijab yang terbaik tentu adalah dibarengin dengan keistiqamahan untuk tetap mengenakannya dalam segala suasana. Tak perlu malu untuk berhijab karena itulah ciri seorang muslimah dan menjadi pembeda antara dirinya dengan orang kafir. Jika keimanan terhadap syariat hijab telah terpatri dalam relung hati, percayalah bahwa kesejukan berhijab akan terasa manis... :)
Sumber:
1. Majalah Elfata edisi 10 volume 10
2. Gambar : Kamera Hapeku
Mengisi Komentar Blog
Media Dinul Islam Unsoed
|
10.11
|
Tips dan Trick
|
Ditulis oleh MEDIS KEPERAWATAN UNSOED
Continue reading...
Bingung cara ngisi komentar di blog? Termasuk di blog ini???Tenang aja, setelah baca artikel ini Sobat MEDIS gak bakalan lagi kebingungan untuk menuangkan ide-ide bliannya dalam blog ini.
Hal pertama yang harus Sobat MEDIS temukan adalah bagian yang berisi kolom komentar. Biasanya ada di bagian bawah tulisan/artikel langkap yang Sobat MEDIS baca. Lihat gambar ini.terus tinggal tulis deh komentar atau ide-ide Sobat MEDIS di bagian yang tersedia. Terus pasti Sobat MEDIS bingung mau diisi apa kolom di bawah kolom komentar kita. Kita tinggal klik pada bagian beri komentar sebagai dan tinggal pilih mau pakai identitas sebagai apa. Ini akun-akun yang ada lho. Kalo punya akun di blogger, bisa klik blogger, begitu juga dengan akun lainnya. Kalau lebih enaknya lagi bisa mengisi dengan akun yang dimiliki, seperti alamat Facebook (FB) Sobat MEDIS. Pastinya Sobat MEDIS punya dong alamat FB. Nah caranya tinggal copy aja alamat FB Sobat MEDIS terus klik name/URL dan masukkan nama yang akan ditampilkan pada komentar dan masukkan alamat URL yang sudah di-copy. Misalkan alamat FB MEDIS di http://www.facebook.com/profile.php?id=100000000564198. Sobat MEDIS tinggal masukkan alamat tersebut dalam URL yang dimaksud. Mudah kan???Jadi silaturahim Sobat MEDIS tetap terjaga. Kalo memang tidak punya, kami menyediakan akun bebas/anonim (Anonymous), jadi Sobat MEDIS tetap bisa berkontribusi mengisi setiap artikel yang ada. Klik Lanjutkan
Terakhir klik Poskan Komentar.
Selesai deh. Komentar Sobat MEDIS telah terkirim. kalau pengaturan blog mengijinkan langsung dipublikasikan, maka komentar Sobat MEDIS akan langsung tampil di bawah artikel yang Sobat MEDIS baca. Kalo ada pengaturan moderasi. Maka tunggu admin menyetujui komentar Sobat MEDIS.
Terakhir klik Poskan Komentar.
Selesai deh. Komentar Sobat MEDIS telah terkirim. kalau pengaturan blog mengijinkan langsung dipublikasikan, maka komentar Sobat MEDIS akan langsung tampil di bawah artikel yang Sobat MEDIS baca. Kalo ada pengaturan moderasi. Maka tunggu admin menyetujui komentar Sobat MEDIS.
Jumat
Pemimpin Berprinsip
Media Dinul Islam Unsoed
|
07.28
|
Cerita Motivasi,
Kepemimpinan,
Tips dan Trick
|
Ditulis oleh MEDIS KEPERAWATAN UNSOED
Stephen R. Covey, penulis buku terkenal, 'Seven Habits of Highly Effective People', dalam bukunya yang lain 'Principle Centered Leadership', menggambarkan delapan ciri-ciri pemimpin yang berprinsip:
1. TERUS BELAJAR.
Pemimpin yang berprinsip menganggap hidupnya sebagai proses belajar yang tiada henti untuk mengembangkan lingkaran pengetahuan mereka. Di saat yang sama, mereka juga menyadari betapa lingkaran ketidaktahuan mereka juga membesar. Mereka terus belajar dari pengalaman. Mereka tidak segan mengikuti pelatihan, mendengarkan orang lain, bertanya, ingin tahu, meningkatkan ketrampilan dan minat baru.
2. BERORIENTASI PADA PELAYANAN.
Pemimpin yang berprinsip melihat kehidupan ini sebagai misi, bukan karir. Ukuran keberhasilan mereka adalah bagaimana mereka bisa menolong dan melayani orang lain. Inti kepemimpinan yang berprinsip adalah kesediaan untuk memikul beban orang lain. Pemimpin yang tak mau memikul beban orang lain akan menemui kegagalan. Tak cukup hanya memiliki kemampuan intelektual, pemimpin harus mau menerima tanggung jawab moral, pelayanan, dan sumbangsih.
3. MEMANCARKAN ENERGI POSITIF.
Secara fisik, pemimpin yang berprinsip memiliki air muka yang menyenangkan dan bahagia. Mereka optimis, positif, bergairah, antusias, penuh harap, dan mempercayai. Mereka memancarkan energi positif yang akan mempengaruhi orang-orang di sekitarnya. Dengan energi itu mereka selalu tampil sebagai juru damai, penengah, untuk menghadapi dan membalikkan energi destruktif menjadi positif.
4. MEMPERCAYAI ORANG LAIN.
Pemimpin yang berprinsip mempercayai orang lain. Mereka yakin orang lain mempunyai potensi yang tak tampak. Namun tidak bereaksi secara berlebihan terhadap kelemahan-kelemahan manusiawi. Mereka tidak merasa hebat saat menemukan kelemahan orang lain. Ini membuat mereka tidak menjadi naif.
5. HIDUP SEIMBANG.
Pemimpin yang berprinsip bukan ekstrimis. Meraka sadar dan penuh pertimbangan dalam tindakan. Ini membuat diri mereka seimbang, tidak berlebihan, mampu menguasai diri, dan bijak. Tidak menjadi budak rencana-rencana. Dengan demikian mereka jujur pada diri sendiri, mau mengakui kesalahan dan melihat keberhasilan sebagai hal yang sejalan berdampingan dengan kegagalan.
6. MELIHAT HIDUP SEBAGAI SEBUAH PETUALANGAN.
Pemimpin yang berprinsip menikmati hidup. Mereka melihat hidup ini selalu sebagai sesuatu yang baru. Mereka siap menghadapinya karena rasa aman mereka datang dari dalam diri, bukan luar. Mereka menjadi penuh kehendak, inisiatif, kreatif, berani, dinamis, dan cerdik. Karena berpegang pada prinsip, mereka tidak mudah dipengaruhi namun fleksibel dalam menghadapi hampir semua hal. Mereka benar-benar menjalani kehidupan yang berkelimpahan.
7. SINERGISTIK.
Pemimpin yang berprinsip itu sinergistik. Mereka adalah katalis perubahan. Setiap situasi yang dimasukinya selalu diupayakan menjadi lebih baik. Karena itu, mereka selalu produktif dalam cara-cara baru dan kreatif. Dalam bekerja mereka menawarkan pemecahan sinergistik, pemecahan yang memperbaiki dan memperkaya hasil, bukan sekedar kompromi dimana masing-masing pihak hanya memberi dan menerima sedikit.
8. BERLATIH UNTUK MEMPERBAHARUI DIRI.
Pemimpin yang berprinsip secara teratur melatih empat dimensi kepribadian manusia: fisik, mental, emosi, dan spiritual. Mereka selalu memperbarui diri secara bertahap. Dan ini membuat diri dan karakter mereka kuat, sehat dengan keinginan untuk melayani yang sangat kuat pula.
Sekarang, yakinkah kita sudah dapat menjadi pemimpin bagi diri sendiri sebelum memimpin orang lain? Semoga resep di atas dapat pula selalu mengingatkan kita, untuk memperbaharui pola pikir yang positif..
(Compiled by Fuzna Mz).
Langganan:
Postingan (Atom)














